SERVICES

Paket A = “PROPERTY SUBSIDI / Budget Tight”

Target: jadi cepat, fungsi jalan, rapi cukup, risiko terkontrol (bukan mewah).

Finishing (yang kelihatan)

  • Lantai: keramik standar (umum 40×40 / 50×50)

  • Dinding: cat ekonomis, 2–3 lapis, tanpa sistem anti jamur premium

  • Kamar mandi: keramik biasa, sanitari basic

  • Kusen/pintu: standar (tergantung preferensi, biasanya ekonomis)

Struktur (yang menentukan umur)

  • Besi beton: wajib “ori” (bukan banci). Di paket A sering “digoda” pake banci biar murah. Ini bahaya.

  • Cor: manual (molen) atau ready-mix minimal, tergantung akses.

  • Metode: konvensional (bata ringan/bata merah + plester aci standard)

Atap

  • Rangka: bisa kayu atau baja ringan ekonomis (lebih sering baja ringan biar cepat & stabil)

  • Penutup atap: genteng tanah/beton ekonomis atau UPVC ekonomis (kalau desain dan budget nyambung)

Listrik

  • Kabel: standar “biasa” tapi tetap idealnya minimal yang jelas mereknya & ukuran sesuai beban

  • Panel MCB basic, titik stop kontak minimal

Plumbing & Air

  • Sumber air: PDAM kalau ada; kalau sumur: opsi pompa ekonomis

  • Pompa: jet pump / semi jet (umum) untuk kedalaman dangkal–menengah

  • Kedalaman: range lapangan sering 10–30m, tapi ini sangat lokasi-dependent (bandung beda-beda)

  • Jalur pipa basic, fokus “nggak bocor”

Kecepatan bangun (kenapa bisa lebih cepat)

  • Lebih cepat karena: desain simpel + detail minim + finishing minim

  • Tenaga kerja: tim standar

  • Durasi indikatif: lebih cepat dari B/C karena QC & detailing lebih sedikit

Cocok kalau:

  • Rumah pertama, budget ketat, bentuk simpel, kamu rela finishing “standard look”.

Harga (indikasi)

  • Mulai ± Rp 3,5 jt – 4,8 jt / m² (finishing basic, spek ekonomis)

Paket B = “RUMAH MODERN (Sweet Spot)

Target: estetika modern, rapi, awet, maintenance minim. Ini “owner cerdas” territory 🧠💰

Finishing

  • Lantai: granit (lebih rapih joint, lebih kuat, look naik kelas)

  • Dinding: cat mid-range + sistem primer/alkali resistance (biar nggak cepat belang/kapur)

  • Kamar mandi: area basah lebih serius (waterproofing terukur, bukan cuma “oles dikit”)

Struktur

  • Besi beton: ori + kontrol diameter & jarak tulangan lebih disiplin

  • Cor: lebih prefer ready-mix kalau akses memungkinkan (lebih konsisten)

  • Metode: pasangan lebih rapi, toleransi kerataan dikejar

Atap

  • Rangka: baja ringan spek jelas (ketebalan/kelas, jarak reng, detail sambungan)

  • Penutup: bisa genteng beton yang lebih rapih atau UPVC (kalau mau low maintenance & panas/berisik dikontrol dengan sistem)

Listrik

  • Kabel: SNI (ini kunci: lebih aman, lebih stabil)

  • Panel: MCB terstruktur per zona (lampu, stopkontak, AC, water heater), jalur rapi, box sambungan bener

Plumbing & Air

  • Pompa: semi jet / jet pump yang sizing-nya bener (nggak ngeden terus)

  • Sumur: range sering 20–60m untuk dapet debit lebih stabil (lagi-lagi lokasi menentukan)

  • Jalur lebih rapi, stop kran pembagi per area (biar maintenance gampang)

Kecepatan bangun (kenapa “worth it” walau lebih lama dari A)

  • Lebih cepat dari C karena belum banyak custom detail, tapi tetap ada QC milestone

  • Durasi indikatif: medium (lebih lama dari A, lebih cepat dari C)

Cocok kalau:

  • Kamu pengen rumah “modern beneran”, bukan modern di feed doang 😏

Harga (indikasi)

  • ± Rp 5 jt – 6,8 jt / m² (finishing menengah, spek lebih aman)

Target: sekali jadi, detailing tinggi, sistem naik kelas, showpiece + longevity.

Finishing

  • Lantai: marmer / engineered stone high-end

  • Dinding: cat premium + sistem anti jamur/anti alkali serius, plus detail list, shadow gap, dll

  • Kamar mandi: waterproofing + slope drain + detail nat & sealant premium

Struktur

  • Material: bisa masuk ke struktur baja (WF/H-beam) untuk area tertentu (bukaan besar, bentang lebar, kanopi besar, dll)

  • Besi beton: ori kelas jelas, kontrol mutu ketat

  • Cor: ready-mix + QC slump/curing lebih disiplin

  • Teknik percepatan: bisa pakai sistem yang lebih “industrial” (lebih presisi)

Atap

  • Rangka: baja ringan heavy spec atau sistem baja (tergantung desain)

  • Penutup: UPVC premium / sistem atap yang low maintenance dan akustik/panas ditangani (bukan cuma “tahan hujan”)

Listrik

  • Kabel SNI + panel lebih advance (zoning lengkap, proteksi tambahan, grounding serius, jalur serviceable)

  • Biasanya siap untuk smart home / beban besar (AC banyak, water heater, pompa, oven, dll)

Plumbing & Air

  • Submersible (untuk sumur lebih dalam, debit stabil)

  • Kedalaman: bisa 60–120m+ tergantung area, target debit, dan kondisi geologi

  • Sistem tandon + pressure control lebih proper (biar tekanan stabil dan pompa nggak “on-off gila”)

Kecepatan bangun (kenapa bisa cepat walau spek tinggi)

Paket C bisa lebih cepat dari B kalau kamu setuju:

  • Tambah manpower (shift, tim lebih besar)

  • Teknologi/material yang percepat (prefab/panel tertentu, manajemen logistik ketat)

  • Minim perubahan desain di tengah jalan
    Tapi kalau kamu suka ubah-ubah… C malah jadi paling lambat. (Karena detailing itu sensitif.)

Cocok kalau:

  • Kamu mau rumah jadi “aset yang naik kelas”, bukan cuma tempat tinggal.

Harga (indikasi)

  • ± Rp 6,8 jt – 9,5 jt+ / m² (finishing tinggi, detail & sistem naik kelas)

Paket C = “RUMAH MEWAH / High Spec

Frequently asked questions

“Bisa bangun bertahap sesuai budget?”
Rumah bisa tetap ditinggali?
Kalau belum ada gambar, bisa mulai dari CEK dulu?
Berapa lama proses planning sampai eksekusi?
Apa yang bikin kamu beda dari kontraktor biasa?

Jawaban selalu balik ke sistem: CEK dulu, spek jelas, QC, dokumentasi.